Trek gunung arjuno

Kegiatan di alam bebas banyak digemari oleh banyak orang, salah satunya adalah mendaki gunung. Mendaki gunung menjadi trend baru dalam kegiatan di alam bebas, semua orang meluangkan waktu, tenaga, dan uangnya untuk melakukan aktifitas pendakian. Aktifitas mendaki gunung juga tak kenal usia, baik muda, remaja hingga lanjut usia sangat mengemari kegiatan outdour ini.

Meskipun begitu masih banyak para pendaki mengabaikan hobi atau kegiatan outdour ini, salah satunya adalah mengabaikan resiko saat mendaki gunung. Banyak sekali para pendaki saat melakukan pendakian mengalami kecelakaan, sakit, hipotermia hingga meninggal dunia karena abai atau tidak menguasai pertolongan pertama saat terjadi insiden tersebut.

Kegiatan mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat riskan atau berbahaya bagi diri kita sendiri. Kita harus mempersiapkan betul semua kebutuhan, dari peralatan, logistik, fisik, kesehatan dan kondisi gunung saat kita ndaki, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dan mengetahui bentuk kareteristik gunung tersebut. Bagi para pendaki yang ingin mengetahui informasi terkini tentang pendakian Gunung Arjuno welirang dan Penanggungan kunjungi instagram atau website pendakiawp. Kalian bisa mencari barengan teman mendaki, guide dan porter.

Mendaki Gunung diperlukan team yang solid, mengerti akan situasi dan kondisi saat mendaki gunung. Kita harus benar-benar mencari partner atau teman yang benar-benar mengerti saat mendaki gunung, seperti saat kita sakit, teman atau parner kita memberi waktu untuk istirahat minum obat, bukan malah mengabaikan dan meninggalkannya. Banyak sekali pendaki yang mempunyai sifat egois dalam mendaki, meninggalkan teman yang sakit karena di anggap menyusahkan dan membuang-buang waktu. Oleh sebab itu para pendaki harus mengetahui pertolongan pertama saat ada teman yang sakit, peralatan P3K apa saja yang harus dibawah karena ini sangat penting.

Pertolongan Pertama yang Harus dikuasai Pendaki Gunung

1. Hipotermia

Membungkus pendaki dengan blanket dan slepping bag saat terjadi hipotermia


Hipotermia adalah kondisi tubuh yang mengalami kedinginan yang sangat hebat, biasanya hipotermia ditandai dengan mengigil, lemas dan halusinasi. Hipotermia menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak para pendaki, kebanyakan para pendaki tidak mengerti pertolongan pertama yang harus dilakukan.

Jika ada teman kalian mengalami hipotermia saat mendaki gunung hal pertama yang harus dilakukan adalah membawanya ke tempat yang hangat, seperti membawa ke shelter atau kedalam tenda. Setelah itu membungkusnya dengan blangket dan slepping bag agar hangat dan suhu tubuh kembali normal. Selain itu ajak bicara pendaki yang hipotermia agar tetap sadar, buatkan minuman hangat serta makanan yang sekiranya bisa dimakan, karena biasanya hipotermia disebabkan kurangnya asupan makanan di dalam tubuh.

2. Kram Otot

Memberi salep saat kram

Kegiatan mendaki gunung sangat rawan terjadinya kram otot terutama pada kaki. Saat tubuh membawa beban berat dalam tas cariel dan berjalan di trek gunung yang menanjak ini membuat kaki bekerja lebih keras sebagai tumpuhan, jadi sangat rawan terjadinya kram apalagi kalau saat mendaki belum ada persiapan atau pemanasan terlebih dahulu.

Untuk mengatasi kram, cukup dengan mengoleskan salep nyeri otot dan memijatnya dibagian yang kram secara perlahan-lahan. Biasakan kaki di luruskan saat istirahat dalam pendakian, jangan ditekuk karena bisa juga menyebabkan kram dan kaki sakit.

3. Terkilir

Foto : phinemo

Terkilir adalah salah satu resiko yang sering dialami pendaki saat melakukan pendakian, selain kita belum tau tentang medan gunung yang kita ndaki juga kurangnya persiapan/pemanasan sebelum melakukan pendakian.

Terkilir juga bisa disebabkan kita terjatuh atau terpleset saat melakukan pendakian. Selain itu tumpuhan saat mendaki di medan yang menanjak dan terjal juga mempengaruhi pendaki bisa terkilir.

Penanganan pertama saat kita mengalami terkilir adalah istirahat terlebih dahulu, meluruskan kaki dan menggosoknya dengan salep sambil menggantungkan kaki ke atas agar tidak terjadi pembekakan.

4. Asma

Asma sering dialami saat tekanan udara yang signifikan dari lereng gunung ke puncak gunung. Selain itu faktor kelelahan juga mempengaruhi pendaki terkena asma atau pendaki yang sudah mempunyai riwayat asma.

Hal yang pertama dilakukan untuk asma dengan beristirahat, mengatur nafas, memakai inhaler, tentunya jangan panik agar bisa berfikir jernih.

5. Mimisan

Mimisan bisa di alami para pendaki saat suhu gunung sangat ekstream sehingga membuat hidung mengeluarkan darah. Mimisan memiliki gejala nyeri pada hidung dan sakit kepala yang hebat.

Penanganan pertama pada mimisan dengan duduk bersandar, bernafas melalui mulut sembari membersikan darah/mimisan pada hidung. Jangan arahkan kepala ke atas agar darah tidak masuk ke pernapasan.

6. Pingsan

Pingsan adalah kehilangan kesadaran sejenak karena kecapekan atau hal lainnya. Kondisi tubuh yang kelelahan dan memaksakan untuk terus berjalan saat mendaki ini juga mempengaruhinya.

Penanganan pertama untuk pendaki yang pingsan adalah membaringkan ke tempat sekiranya nyaman, cek kondisi nadi apa masih ada pergerakan apa tidak, setelah itu coba bangunkan dengan memanggil namanya dan longgarkan pakaian yang membuat gerah, agar cepat sadar.

7. Jomblo

Keadaan dimana hati carut marut tanpa pendamping atau kekasih. Selain itu patah atau atau ditinggal pacar juga bisa mempengaruhinya

Penanganan pertama untuk penyakit jomblo adalah mengajaknya mendaki dan menjadikannya porter dan chef gunung.

Itulah 7 penangan pertama yang harus dikuasai pendaki gunung. Penting sekiranya sebelum melakukan pendakian mempersiapkan diri. Karena kegiatan mendaki gunung adalah kegiatan yang berbahaya.

Shared With Love

By Pendaki Awp

Pendakiawp (Arjuna Welirang dan Penanggungan) adalah media informasi tentang destinasi wisata dan pendakian gunung arjuno welirang dan gunung penanggungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.