Pendakiawp trip gunung raung

Gunung Raung terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Gunung Raung memiliki ketinggian 3344 mdpl, gunung tertinggi ketiga setelah Gunung Semeru dan Gunung Arjuno. Selain itu Gunung Raung juga menjadi salah satu gunung terexstream di pulau jawa karena medan dan jalurnya saat menuju Puncak Sejati Raung memperlukan alat climbing dan panjat. Untuk mendaki Gunung Raung Via Kalibaru juga diperlukan Guide Profesional yang mengerti medan dan juga peralatan panjat untuk puncak sejati Gunung Raung.

Kami akan sedikit mengulas estimasi biaya dan perjalanan ke Gunung Raung via Kalibaru, dimana perjalanan ini saya mengikuti opentrip dari East Java Explore. Untuk menuju basecamp Gunung raung kami menaiki kereta api dari bangil, pasuruan. Ada beberapa kereta api yang jurusan banyuwangi antara lain, kereta Wijayakusuma harga 130rb, Sri Tanjung 88rb dan Probowangi 56rb. Kami naik kereta yang Probowangi 56rb dari Bangil. Untuk biaya kereta baik dari surabaya dan bagil sama dari harga di atas tinggal kita melihat jadwal kereta, mau berangkat pagi, sore dan malam.

Perjalanan naik kereta dari Bangil – Kalibaru sekitar 6 jam.

Alternatif jika tidak mendapatkan tiket kereta api naik bus dari surabaya – Banyuwangi, untuk naik bus lumayan menguras ongkos dan tenaga, karena harus oper-oper bus di setiap perbatasan kota, untuk ongkos pun membengkak dari tiket 80rb jadi 100rb. Jadi sebelum berangkat ke gunung raung saya sarankan untuk mempersiapkan semua dari akomodasi, badjet dan perlengkapan pendakian.

Setelah sampai stasiun kalibaru kita dijemput sama panitia opentrip East Java Explore yang kemudian di antar dan beristirahat di basecamp kalibaru. Sebelum istirahat kita saling sharing dan belajar dulu cara pemakaian harness dan figure 8 untuk pendakian nanti ke puncak sejati gunung raung.

Stasiun kalibaru, menuju pendakian Gunung Raung
Dokumentasi pribadi : Stasiun Kalibaru

Keesokan harinya kita prepare dan bersiap untuk menuju perijinan Gunung Raung di Desa wonorejo. Untuk menuju perijinan kita harus naik ojek dengan biaya 40rb sekali jalan dan 80rb untuk pulang pergi. Naik ojek dari kalibaru – perijinan 30 menit.

Sekretariat Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru 3.344 Mdpl
Dokumen pribadi : Sekretariat Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

Setelah sampai perijinan kita mengurus simaksi dimana simaksi ini sudah disiapkan oleh panitia opentrip. Untuk persyaratan simaksi wajib surat sehat, materai 10rb, surat vakainasi minimal dosi pertama. Untuk biaya simaksi 50rb perorang dan 100rb untuk jaminan sampah. Uang jaminan sampah ini nanti akan dikembalikan jika para pendaki saat turun membawa kembali sampahnya. Pendakian opentrip ini cukup santai 4 hari 3 malam.

Dari perijinan kita melanjutkan lagi naik ojek, dari perijinan – Pos 1 bu sunaryo sekitar 45 menit. Untuk biaya ojek 40rb sekali jalan, dan 80rb untuk pulang pergi.

Untuk biaya ojek, simaksi, uang jaminan sampah dibayarkan pihak panitia karena ini termasuk include/fasilitas dari opentrip East Java Explore. Biaya opentrip bervariasi lihat paket yang kita pilih, kemarin saya pilih paket dengan harga 850rb.

Start pendakian dimulai dari pos 1 Bu sunaryo, pos 1 ini adalah rumah bu sunaryo yang berfungsi juga sebagai warung untuk petani kopi disana dan pendaki saat memulai start.

Pos 1 Bus sunaryo – Pos 2 ( 2 Jam )

Bendera pandaan adventure - pos 1 bu sunaryo pendakian Gunung Raung
Dokumentasi Pribadi : Pos 1 Bu Sunaryo

Setelah tim sudah sampai di pos 1 semua, kita mulai mempersiapkan untuk memulai pendakian sekitar pukul 10 pagi. Pos 1 ini memiliki ketinggian 980 mdpl. Perjalanan dari pos 1 di dominasi perkebunan warga yaitu kebun kopi. Perjalanan sampai ke pos 2 lumayan jauh dan menguras tenaga, untuk sampai batas hutan memerlukan 1 jam 30 menit, baru dari batas hutan ke pos 2 sekitar 30 menit yang ditandai dengan area camp yang cukup luas.

Pos 2 – Pos 3 ( 2 jam)

Pos 2 memiliki ketinggian 1431 Mdpl, dari pos 2 ke pos 3 jalan sudah mulai menanjak dan hutan mulai rapat. Disini kita mulai bisa menikmati kondisi hutan yang masih alami dengan banyak pohon yang menjulang tinggi dan suasana yang sejuk. Selain itu perjalanan ke pos 3 kita harus hati-hati karena melewati punggungan dimana di kiri jalan jurang. Untuk ke pos 3 estimasi sekitar 2 jam.

Pos 3 – Pos 4 ( 1 jam 30 menit )

Pos 3 memiliki ketinggian 1656 Mdpl. Untuk ke pos 4 hutan mulai tambah rapat dan sunyi karena kabut mulai turun. Untuk sampai ke pos 4 sekitar 2 jam dari pos 3. Untuk hari pertama kita akan mendirikan tenda di pos 4. Sampai pos 4 sudah agak sore sekitar pukul 3 – 4 sore.

Setelah mendirikan tenda, ngopi dan makan kita mulai bersantai dan juga ada yang istirahat. Esok harinya kita mulai packing dan bersiap melanjutkan perjalanan ke pos 5.

Dokumentasi pribadi

Pos 4 – Pos 5 ( 45 menit)

Pos 4 berada di ketinggian 1.855 Mdpl. Medan dari pos 4 ke pos 5 lumayan menanjak karena menaiki bukit. Kita start dari pos 4 sekitar jam 10 pagi dan memasuki hari kedua di pendakian gunung raung. Perjalanan dari pos 4 ke pos 5 sekitar 45 menit.

Pos 5 – Pos 6 ( 1 Jam 30 Menit)

Pos 5 memiliki ketinggian 2.155 Mdpl. Dari pos 5 ke pos 6 tenaga di hajar habis tanpa ada rasa ampun karena medan yang menanjak, menaiki bukit. Sampai pos 5 kita langsung istirahat tiduran karena capek, dihajar jalur dimana kepala ketemu dengkul. Perjalanan darinpos 5 – pos 6 sekitar 1 jam 30 menit.

Pos 6 – Pos 7 ( 2 Jam)

Pos6 memiliki ketinggian 2.285 Mdpl. Untuk menuju pos 7 pun medan perjalanan masih sama saat menuji ke pos 7, jalan yang menanjak dan menaiki bukit. Lumayan menguras fisik, tenaga dan mental. Perjalanan sampai pos 7 lumayan panjang sekitar 2 jam.

Sampai pos 7 kita mulai mendirikan tenda disini, karena start summit menuju puncak sejati mulai dari sini. Jadi fisik dan tenaga harus mulai dipersiapkan.

Setelah tenda berdiri kita santai dan saling ngobrol sesama peserta trip, saling bertukar kopi. Setelah itu kita masak, makan dan istirahat untuk nanti summit sekitar jam 2/3 pagi.

Pos 7 – Pos 8 ( 1 Jam 30 Menit )

Kita mulai bangun dan mempersipkan diri untuk mulai summit ke puncak sejati gunung raung. Waktu summit kita mulai start jam 3 pagi dan hari ketiga pendakian Gunung Raung. Summit dari pos 7 (2.541 Mdpl) ke pos 8 sekitar 1 – 2 jam. Disini medan cukup berat karena langsung menanjak menaiki bukit.

Pos 8 – Pos 9 ( 1 Jam 30 Menit)

Pos 8 memiliki ketinggian 2.879 Mdpl. Medan perjalanan pun masih sama menanjak dengan hutan yang rapat dan sunyi. Estimasi perjalanan ke pos 9 lumayan panjang 1 jam 30 menit. Dari pos 9 sudah nampak batas vegetasi hutan, dan jalur trecking gunungvraung yang ekstream.

Pos 9 – Puncak Bendera ( 10 Menit)

Pos 9 memiliki ketinggian 3.023 Mdpl. Jarak dari pos 9 ke puncak bendera sangat dekat, jalannya berpasir dan tiupan angin yang cukup kencang.

Perjalanan dari puncak bendera melewati shiratol mustaqim
Dokumentasi PPribadi : puncak bendera – shiratol mustaqim

Puncak Bendera – Puncak 17 ( 3 Jam)

Puncak Tusuk gigi adalah puncak pertama untuk kita mulai menuju ke puncak sejati. Kita akan melewati 2 puncak sebelum sampai ke puncak sejati. Puncak bendera sendiri memiliki ketinggian 3.108 Mdpl. Di puncak bendera kita mulai memasang peralatan pendakian seperti harness dan figure 8. Dari puncak bendera kita mulai berjalan melewati ekstream 1 dan 2 atau  Shiratol Mustaqim. Untuk melewati shiratol mustaqim kita harus berhati-hati karena jalannya yang kecil dan kanan kiri langsung menjorok ke jurang.

Puncak 17 Gunung Raung
Dokumentasi pribadi : Puncak 17 Gunung Raung

Setelah 3 jam berjalan bergantian kita sampai puncak 17. Untuk sampai puncak tusuk gigi kita harus bergantian, karena puncaknya yang rawan longsor dan kita harus dipandu untuk memanjat menggunakan harness dan figure 8.

Puncak 17 – Puncak Tusuk Gigi ( 2 Jam)

Sampai di puncak 17  kita santai dan menikmati pemandangan dari sini, terlihat jelas Pegunungan Ijen, Pegunungan Hyang (Argopura) dan Selat Bali. Dari puncak 17 kita turun, tetap dengan munggunakan harness dan figure 8 sesuai panduan dari guide trip east java Explore.

Setelah turun kita pun masih menggunakan peralatan seperti webbing untuk menuruni jalur yang terjal dan berbahaya, diperlukan kesabaran dan kehati-hatian.

Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung
Dok. Pribadi : Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung

Setelah itu kita akan berjalan menuju puncak tusuk gigi dan puncak sejati dengan jalan bebatuan dan kemiringan 45°. Akhirnya kita sampai di Puncak Tusuk gigi yang ditandai batu-batuan yang menjulang tinggi menyerupai gigi dengan ketinggian 3.300 Mdpl

Puncak Tusuk Gigi – Puncak Sejati Gunung Raung (10 menit)

Dari puncak tusuk Gigi sudah terlihat puncak sejati raung. Kita hanya perlu berjalan 10 menit dari sini. Sampai di puncak sejati sekitar pukul 9 pagi. Setalah perjalanan berat akhirnya sampai dipuncak sejati 3.344 Mdpl. Sejenak kita istirahat sambil berswafoto di puncak, ada yang mengucap rasa syukur, menangis dan tertawa bahagia.
Setelah puas di puncak sejati kita mulai turun karena kabut mulai datang. Kita turun sekitar jam 12 siang. Saat turun dari puncak pun kita harus berhati-hati karena batu yang ada disekitar trecking rawan jatuh dan mengenai orang dibawah kita.

Puncak Sejati – Pos 7 ( 3 Jam 30 Menit)

Perjalanan turun menuju pos 7 pun cukup berat karena kabut mulai turun. Medan agak gelap dan pandangan mulai agak berkurang karena tertutup kabut. Setelah melewati medan yang cukup berat, memanjat dan merangkak karena takut ketinggian. Berjalan pelan-pelan di shiratol mustaqim akhirnya kita sampai di pos 7 pukul 4 sore. Rasa lelah terbayarkan saat sudah sampai camp dan mulai beristirahat sambil membuat kopi.

Puncak Sejati
Dok. Pribadi Puncak sejati Raung

Keesokannya masuk hari keempat pendakian, kita mulai beres-beres dan packing untuk turun ke basecamp. Sebelum turun kita makan dan berfoto bersama yang lain. Pukul 10.00 pagi kami mulai turun.

Pos 7 – Pos 1 Bus Sunaryo ( 4 Jam)

Perjalanan turun cukup cepat, estimasi 3-4 jam dari pos 7 ke pos 1 Bu Sunaryo. Selain itu juga cukup menguras tenaga karena trecking yang terjal dan licin dikarenakan habis hujan.

Sesampainya di pos 1 kita istirahat sejenak sambil menunggu rombongan yang lain. Di pos 1 bu sunaryo kalian bisa beli kopi hasil pertanian di situ, kopinya cukup murah setengah kilogram 35rb.

Setelah anggota lengkap kami turun atau kembali ke perijinan, dengan menaiki ojek. Perjalanan turun naik ojek cukup adrenalin, melihat kondisi jalan yang licin dan tidak stabil. Setelah sampai perijinan kita, membuat laporan turun, setelah selesai kita lanjut naik ojek ke basecamp kalibaru East Java Explore.


Catatan Estimasi Biaya :

1. Ngecer

Surabaya/Bangil : kereta probowangi surabaya – kalibaru 112rb PP,  Ojek kalibaru – perijinan 80rb PP, ojek perijinan – Pos 1 80rb PP, Simaksi 50rb perorang, uang jaminan sampah 100rb

Total : 422rb (Belum Guide dan alat climbing pendakian)

2. Opentrip

Opentrip 850rb, kereta Bangil – Kalibaru 112rb PP

Total : 962rb sudah termasuk guide, porter air, alat panjat/climbing

Shared With Love

By Pendaki Awp

Pendakiawp (Arjuna Welirang dan Penanggungan) adalah media informasi tentang destinasi wisata dan pendakian gunung arjuno welirang dan gunung penanggungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.