Gunung raung

Gunung Raung adalah Gunung berapai kerucut yang terletak di ujung timur pulau jawa. Secara administratif Gunung Raung terletak di 3 Kabupaten, antara lain Banyuwangi, Bondowosodan Jember.

Gunung Raung termasuk gunung tertinggi ketiga setelah gunung semeru dan Arjuno. Kaldera gunung raung termasuk terbesar di jawa dan terbesar kedua di indonesia setelah Gunung Tambora.

Jalur pendakian Gunung Raung ada 4, Via sumberwringin, Bondowoso, Glenmore, Jambewangi, dan kalibaru Banyuwangi. Dari 4 jalur ini yang paling umum adalah jalur kalibaru, Banyuwangi karena terkenal dengan jalurnya yang ekstream, bahkan Gunung Raung Via kalibaru ini dijuluki jalur pendakian terekstream di jawa dengan medan yang curam serta memerlukan keahlian khusus seperti climbing, pemasangan tali pengaman untuk climbing, alat panjat serta keamanan lainnya.

Sebelum menuju basecamp pendakian Gunung Raung kita harus mempersiapkan transport dan persyaratan pendakian. Untuk persyaratan kita diwajibkan membawa surat sehat, wajib Vaksin, memakai masker saat di sekretariat gunung raung, dan mematuhi protokol kesehatan.

Transportasi yang kami gunakan untuk menuju kalibaru adalah kereta api dikarenakan tarifnya yang murah. Kami naik kereta api dari Gubeng, surabaya dan ada barengan teman juga yang naik dari stasiun bangil. Kami naik kereta probowangi dengan harga tiket kerat api 56rb dan ditambah wajib antigen di stasiu. 45rb, keberangkatan jam 05:30 dari Gubeng. Sedangkan teman kami yang dari bangil harga tiket kereta apinya 29rb dan antigen 45rb. Keberangkatan dari bangil jam 06:34.

Setelah semua persiapan selesai kita berangkat hari kamis tanggal 11 November 2021 naik kereta dari surabaya – kalibaru 6 jam 30 menit perjalanan. Untuk waktu pendakian kita ikut opentrip AWP TOURISM dengan harga 450rb yang cukup terjangkau dan murah daripada opentrip lainnya.

Baca Juga : Opentrip Murah Gunung Raung Via Kalibaru Banyuwangi

Sesampainya di kalibaru kita cari makan di sekitaran stasiun kalibaru. Kita sampai kalibaru sekitar pukul 12:00 WIB, sebelumnya kita berangkat naik kereta jam 05:30 WIB dari surabaya. Saat sampai di kalibaru cuaca tidak mendukung dikarenakan hujan menguyur cukup deras. Setelah 2-3 jam menunggu hujan pun agak redah atau gerimis, kami putuskan untuk mencari ojek menuju basecamp tempat trip yang kita booking, Karena sebelumnya trip yang kita booking fasilitasnya tidak termasuk ojek dari stasiun ke basecamp.

Harga ojek dari kalibaru ke basecamp pendakian Gunung raung di desa wonorejo cukup lumayan murah 40rb sekali jalan. Kenapa murah? Karena jalan menuju ke basecamp jalannya lumayan berat, bebatuan, melewati perkebunan tebu dan coklat. Selain itu jaraknya lumayan jauh, kalau jalan kaki hampir 2 jam, kalau naik ojek cukup 30 menit.
Akhirnya kita sampai basecamp dengan basah kuyup karena kehujanan. Kita sampai basecamp jam 17:00 WIB. Setelah itu kita ganti baju, makan dan mempacking ulang bawahan di carriel untuk pendakian besok pagi. Kita mulai pendakian pada hari jumat tanggal 12 November 2021.

Setelah semua beres, kita ngobrol bareng dan briefing bersama guide raung untuk pendakian besok. Salah satu briefingnya adalah untuk menjaga kondisi tubuh, kokompakan tim dan belajar membuat pengaman untuk climbing di pendakian nanti. Oh iya untuk para pemula yang tidak bisa memasang tali temali untuk pengaman atau climbing tenang saja, semua nanti persiapan itu akan di ajarkan di basecamp sebelum pendakian maupun saat pendakian. Setelah selesai kami istirahat.
Hari Pertama Pendakian Gunung Raung

Waktu yang di tunggu tiba, kita mulai siap-siap untuk pendakian gunung raung. Ojek gunung raung sudah menunggu untuk mengantarkan sampai pos Bu Sunaryo. Setalah semua siap, kita naik ojek menuju perijinan/sekretariat pendakian gunung raung terlebih dahulu. Kita mendaftarkan diri/simaksi sebagai syarat pendakian, selain itu saat kita mengurus simaksi kita akan di briefing lagi sekretariat untuk tetap hati-hati.

Selesai mengurus simaksi kita tancap gas dengan ojek yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh warga lokal karena jalannya yang ekstream dan berlumpur, ditambah dengan bawahan carrier yang berat di depan setir. Untuk ojek sendiri dari basecamp – Pos 1 Bu Sunaryo termasuk fasilitas trip yang kita bayar, tapi untuk catatan pribadi harga ojek dari basecamp – Bu Sunaryo 40rb sekali jalan. Jarak yang ditempuh naik ojek pun lumayan panjang 30 menit perjalanan, dengan trek curam melewati perkebunan kopi.

Setelah sampai Bu Sunaryo kita santai sejenak, meluruskan kaki yang agak tegang karena ojek raung yang aduhai 🤣.

Bu Sunaryo – Camp 1 (1 Jam)

Pos Bu Sunaryo Gunung Raung

Start mendaki pendakian Gunung Raung via kalibaru dimulai dari Bu Sunaryo. Kita start dari sini jam 10:00 pagi, Treking pertama disini melewati perkebunan kopi milik warga, kebanyakn penduduk lokal lereng gunung raung adalah berkebun penghasil kopi. Untuk jalannya cukup landai karena masih awal perjalanan dan lumayan panjang juga hampir 1 jam perjalanan untuk menuju camp 1.

Camp 1 – Camp 2 (2 Jam)

Dari camp 1 perjalanan kita mulai agak menanjak masih melewati perkebunan warga. Setelah 1 jam perjalanan kita sudah mulai masuk hutan yang lumayan rapat. Trek dari camp 1 – camp 2 cukup panjang dan melelahkan karena naik turun bukit dan punggungan. Sering sekali pendaki disini sudah merasa frustasi untuk melanjutkan mendaki raung karena treknya yang panjang naik turun bukit.

Camp 2 – Camp 3 (1 Jam)

Camp 2 Gunun Raung

Dari Camp 2 – Camp 3 jalannya semakin menanjak, sekitar 45 – 65 derajat kemiringannya. Lumayan melelahkan dan cukup membuat kaki sedikit sakit atau linu. Dari sini hutan juga rapat dan sangat rimbun, kita bisa melihat dan mendengar suara burung yang saling saut menyaut.

Camp 3 – Camp 4 (1 Jam 30 Menit)

Camp 3 Gunung Raung

Disini hutan mulai rapat, pohon menjulang tinggi. Suasana dari camp 3 – camp 4 lebih nyaman dari sebelumnya. Jalannya pun aduhai kepala ketemu dengkul, dengan kemiringan 65-75 derajat. Selain itu jalurnyanya mengitari bukit dan berkelok-kelok, cukup melelahkan dan membuat patah semangat. Meskipun begitu akhirnya kita sampai pos 4, tempatnya cukup luas karena biasanya buat camp hari pertama kalau pendakiannya 4 hari 3 malam, tapi sayang kita cuma 3 hari 2 malam jadi harus lanjut.

Camp 4 – Camp 5 (1 Jam)

Camp 4 Gunung Raung

Perjalanan ke pos 5 juga sama kayak sebelumnya semakin melelahkan karena tanjakannya yang ekstream, ditambah lagi jalannya berlumpur dan becek sehabis hujan. Selain itu hutannya pun juga rapat, banyak pohon besar dan menjulang tinggi. Untuk trekkingnya harus berhati-hati saat berpegangan karena disini banyak pohon berduri.

Camp 5 – Camp 6 (1 Jam 30 Menit)

Camp 5 Gunung Raung

Perjalanan ke camp 6 lebih ekstream dari sebelumnya dikarenakan kita di setiap trekking harus memakai tali yang sudah ada di jalur. Selain tanjakannya yang kemiringannya 65 derajat ditambah jalannya yang licin membuat kita keprest dan jatuh bangun di trek pendakian. Selain itu hari mulai gelap kita harus berhati-hati juga agar kondisi tubuh tetap fit.

Camp 6 – Camp 7 (2 jam)

Ini perjalanan penghabisan setelah itu kita akan sampai tempat camp untuk beristirahat. Sebelum menuju camp 7 treknya disini lumayan ekstream dengan tanjakan kemiringan 50-75 derajat, membuat dengkul goyang gemetaran. Kita sampai camp 7 cukup lumayan malam sekitar jam 8 malam, perjalanan yang sangat melelahkan.

Setalah sampai kita mendirikan tenda, makan, ngopi dan beristirahat untuk nanti lanjut summit menuju puncak sejati raung. Untuk summit kita sekitar jam 02:00 WIB pagi, agar nanti tidak ada kendala hujan di saat trekking.

Hari Kedua Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

Camp 7 – Camp 8 (1 jam 30 menit)

Camp 7 Gunung Raung

Setelah beristirahat dengan cukup kita bangun dan prepare jam 01:00 WIB. Kita makan dan menyesuiakan suhu tubuh diluar yang dingin dan anginnya yang cukup besar. Selesai itu kita berangkat untuk summit dengan cuaca yang cukup cerah.

Trekking menuju ke camp 8 semakin berat karena tanjakan yang curam, menaiki punggungan bukit dengan kemiringan kisaran 60 derajat. Menaiki dan menuruni bukit dan akhirnya kita sampai camp 8.

Camp 8 – Camp 9 (1 Jam)

Dari camp 8 ke camp 9 semakin terasa dinginnya dan tiupan angin yang besar, sudah semakin terlihat lereng punggungan berpasir gunung raung. Untuk treknya pun hampir sama, sangat menanjak dengan kemiringan kira-kira 60 derajat.

Camp 9 – Puncak Bendera (10 Menit)

Camp 9 Gunung Raung

Akhirnya sampai camp 9 disini kami beristirahat sejenak sambil mempersiapkan peralatan pendakian seperti, tali karmantel, figur 8, carrabiner, Webbing dll. Kita memasang webbing untuk pengaman saat memanjat dan climbing di perjalanan menuju puncak sejati.

Setelah semua sudah siap kita melanjutkan perjalanan ke puncak benderayang sudah terlihat dari camp 9. Nampak matahari terbit  dan sangat indah, ditambah hamparan lautan awan.

Puncak Bendera – Puncak 17 (1 Jam 30 Menit)

Puncak Bendera Gunung Raung

Sesampainya di puncak bendera kita swafoto sejenak setelah itu melanjutkan perjalanan ke puncak 17 gunung raung. Untuk mencapai puncak 17 kita melewati jalur ekstream 1 atau sirotol mustaqin yang terkenal itu dengan berhati-hati dikarenakan jalurnya yang setapak dan kanan kiri jurang yang sangat dalam sekitar 50-100 meter.

Kita harus melangkah dan berpegangan dengan hati-hati agar selamat wkwkw. Setelah melewati jalur ekstream kita memanjat tebing kira-kira 10 meter dan harus memasang tali buat pengaman.

Setelah semua sudah melewati tebing kita melanjutkan perjalanan dan sampai di puncak 17. Dikarenakan cuaca dan angin yang cukup kencang kita tidak naik ke puncak 17 melainkan melipir disamping puncak 17.

Puncak 17 – Puncak Tusuk Gigi dan Sejati Raung (2 Jam)

Puncak Bendera Gunung Raung

Setelah melewati puncak 17 kita melanjutkan perjalanan dan memasang tali karmantel lagi dengan menuruni punggungan. Setelah semua selesai dan sukses menuruni punggungan kita melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati karena disini jalurnya juga semakin ekstream.

Selesai melewati jalur ekstrem dan punggungan raung yang terkenal itu kita menuruninya untuk menuju puncak. Jalurnya pun tak jauh beda dengan yang lain, malah lebih ekstream dengan kemiringan tanjakan hampir 90 derajat. Melewati bebatuhan yang besar dan cadas, kita harus berhati-hati untuk mencari pijakan dannpegangan agar tidak jatuh.

Akhirnya kita sampai puncak tusuk gigi dengan ditandai bentuk batu yang menyerupai gigi yang lancip dan tajam. Kita foto-foto dan bersantai sejenak.

Sampai puncakbtusuk gigi kita melanjutkan perjalanan ke puncak sejati yang sudah dekat sekitar 10 menit, nampak sudah ramai orang disana untuk menikmati puncak sejati raung.

Raung Sejati 3344 Mdpl

Puncak SSejati Gunung Raung

Akhirnya sampai puncak sejati Gunung Raung yang ekstream dan menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Kita sampai puncak sekitar jam 08:00 WIB pagi, Di puncak sejati kita bersantai sejenak menikmati Gunung Raung yang indah dengan kaldera terbesar di jawa.

Sambil berswafoto kita membuat kopi di puncak dan makan agar-agar yang sudah kita masak sebelum berangkat summit. Setelah puas berswafoto kita turun kembali karena melihat cuaca yang sudah mulai gelap dan berkabut.

Puncak Sejati Raung – Camp 7 (2 Jam)

Kita mulai melanjutkan perjalanan turun ke camp 7 sekitar jam 9 pagi dengan pelan-pelan karena jarak pandang mulai berkurang. Kabut sangat tebal dan gerimis. Kita melewati naik turun bukit, memasang tali, melewati jalur ekstream atau sirotol mustaqim dan akhirnya sampai camp 9. Di camp 9 kita mulai melepas peralatan tali yang kita pakai agar lebih enak saat melanjutkan turun ke camp 7.

Selesai melepas tali kita langsung melanjutkan turun ke camp 7 dengan diguyur hujan lumayan deras. Pakaian basah dan sepatu mulai licin. Tidak lama kemudian kita sampai camp 7 jam 15:00 WIB dan mulai mengganti pakaian yang basah dengan yang kering.

Hari Ketiga Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

Camp 7 – Bu Sunaryo (4 Jam)

Selesai bangun tidur menikmati sunrise di camp 7 kita mulai packing untuk kembali turun ke Pos Bu Sunaryo. Kita turun sekitar pukul 07:00 WIB dengan pelan-pelan karena kaki sudah mulai sakit dan linu karena kecapekan.

Trek di perjalanan turun pun semakin licin karena habis diguyur hujan yang cukup deras, membuat perjalanan kita jatuh bangun kepreset. Kita terus berjalan sampai camp 3 sekitar 2 jam perjalanan, dan jam menunjukkan 09:00 WIB. Kita bersantai sejenak di camp 3 sambil ngopi dan ngobrol.

Setelah cukup beristirahat kita melanjutkan perjalanan turun ke Bu Sunaryo. Treknya pun agak landai jadi kita agak cepat berjalannya agar cepat sampai basecamp. Akhirnya setelah 2 jam perjalanan kita sampai Bu sunaryo dan bersantai disana sambil menunggu yang lainnya. Kita ngopi khas raung buatan bu sunaryo yang enak, apalagi dalam posisi hujan.

Setelah menunggu 30 menit rombongan tim sudah sampai di bu sunaryo, kita langsung turun dengan ojekan kembali ke basecamp Raung kalibaru. Habis hujan jalanan licin saat turun, bikin merinding karena jalan yang dilewati ojek berlumpur, melewati perkebuna kopi waraga. Tidak lama kemuadian kita sampai basecamp, untuk biaya ojek dari bu sunaryo ke basecamp raung kalibaru 40rb, harganya sama seperti waktu berangkat.

Kami sampai basecamp sekitar pukul 16:00 WIB hari minggu sesuai jadwal open trip, kami bergegas mandi dan ganti baju. Beristirahat sejenak sambil cari makan di basecamp. Setalah berunding bersama teman-teman seperjalanan kami memutuskan untuk langsung kembali pulang ke surabaya.

Kami memutuskan pulang sekitar jam 19:00 WIB karena jadwal bus Patas jurusan surabaya adanya sekitar jam 8/9 malam. Setelah prepare dan packing untuk perjalanan pulang kami memesan ojek dari basecamp untuk di antar ke stasiun kalibaru, tempat mencari bus ke surabaya. Untuk ojek dari basecamp ke stasiun kalibaru sama seperti waktu berangkat 40rb. Harganya normal, kenal atau tidak kenal harga ojek disini 40rb. Sekitar 20 menit naik ojek akhirnya kita sampai stasiun kalibaru, kita sempatkan makan dulu di depan stasiun kalibaru sambil menunggu bus.

Selesai makan akhirnya bus yang kita tunggu tiba, sekitar pukul 20:30 WIB. kita naik bus Latju Patas Surabaya. Harga tiket Busnya lumayan 150rb perorang, tapi untuk busnya nyaman ber-AC bisa tidur sejenak sehabis gunung. Kita tertidur pulas dalam bus tidak terasa kita sampai di surabaya pukul 02:00, perjalanan naik lumayan panjang sekitar 6 jam.

Sampai surabaya kita istirahat sejenak di terminal burgurasih sambil menunggu pagi. Sebagian dari kita mulai berpencar, ada teman yang pulang ke bangil, naik bus dari bungurasih dan kita pun pulang naik bus kota.

Perkiraan Biaya Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru dari surabaya

1. Tes Antigen = 45.000
2. Kereta Api Probowangi = 56.000
3. Ojek Kalibaru – Basecamp Raung Expedition PP = 80.000
4. Opentrip Awp Tourism = 450.000
5. Bus Patas Kalibaru – Surabaya = 150.000

6. Uang Basecamp sama makan 3 kali =35.000

Total = Rp. 816. 000

Estimasi Waktu Pendakian Gunung Raung Via Kalibaru

1. Basecamp – pos 1 Bu Sunaryo = 30 menit naik Ojek
2. Bu Sunaryo – Camp 1 = 1 Jam
3. Camp 1 – Camp 2 = 2 Jam
4. Camp 2 – Camp 3 = 1 Jam
5. Camp 3 – Camp 4 = 1 Jam 30 Menit
6. Camp 4 – Camp 5 = 1 Jam
7. Camp 5 – Camp 6 = 1 Jam 30 Menit
8. Camp 6 – Camp 7 = 2 Jam
9. Camp 7 – Camp 8 = 1 Jam 30 menit
10. Camp 8 – Camp 9 = 1 Jam
11. Camp 9 – Puncak Bendera = 10 Menit
12. Puncak Bendera – Puncak Sejati Raung = 3 Jam 30 Menit

Shared With Love

By Pendaki Awp

Pendakiawp (Arjuna Welirang dan Penanggungan) adalah media informasi tentang destinasi wisata dan pendakian gunung arjuno welirang dan gunung penanggungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *