Pendakiawp

Gunung semeru yang mulai dibuka pertanggal 1 oktober 2020 menjadi perbincangan yang menarik dikalangan pendaki. Selain menerapkan protokol kesehatan dan registrasi online, pihak TNBTS juga membatasi jumlah kuota dan minimal booking online dalam melakukan pendakian ke gunung semeru.

Jumlah kuota untuk pendakian gunung semeru hanya 150 orang perhari dan minimal jumlah anggota untuk booking online mendaki gunung semeru 3 orang. Jika kuota tinggal 2 saat registrasi online maka sama dengan kuota habis karena minimal anggota untuk mendaki gunung semeru 3 orang dan pastinya registrasi kita di tolak. Meskipun ditahun sebelumnya kita bisa booking online di bawah 3 orang dengan syarat saat di Ranupane mencari barengan atau rombongan pendaki lain untuk gabung jadi satu rombongan tapi sayang penerapan peraturan ini tidak efektif, rombongan sering terpisah di saat pendakian.

Maka Penerapan peraturan booking online minimal 3 orang  bukan tanpa sebab, menurut penuturan di ig @ranupanitnbts3676 yang di publish oleh ig @langit_mahameru3676, “kenapa booking minimal 3 orang, ini berdasarkan evaluasi dari pendakian ditahun-tahun sebelumnya, kami mengantisipasi misalkan terjadi kecelakaan, maka 1 orang menunggu temannya yang sakit dan 1 lagi turun untuk melapor ke petugas. Kalau dibawah 3 orang kalau ada yang sakit kan bingung, siapa yang laporan dan siapa yang mau nunggu”.

Kejadian seperti ini, misal ditinggalnya salah satu orang dalam rombongan karena sakit sering terjadi, seperti contoh di gunung Slamet yang sempat viral kemarin. Rombongan 8 orang yang mendaki dari jalur bambangan, meninggalkan salah satu temannya yang sakit di pos 2 pendakian Gunung Slamet dan dari salah satu temannya tidak ada yang mau menemani untuk evakuasi ke bawah turun ke basecamp malah lebih memilih melanjutkan pendakiannya ke puncak gunung slamet.

Shared With Love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *