Kumpulan Kata-kata Pendaki dan Bucin Sobat AWP

Quote
“Kamu tau canda tawamu itu adalah candu bagiku untuk selalu merindu. Ketika senja disurabaya membentuk ruang-ruang sendu, saat aksara dan rasaku tak saling bersatu disaat itu aku telah putus asa untuk menggapaimu. tapi tenang sayangku….tapi tenang sayangku…..aku adalah orang yang selalu menunggumu. bukan apa-apa karena aku ingin membuktikan bahwa aku lah lelaki yang paling dalam mencintaimu” (@bagas_balur)
“Arjuno – welirang, wes kadung tresno, malah ditinggal ngilang. canda ngilang” 😝 (@firmanahari.h_04)
“Mendaki gunung mengajarkanku betapa pentingnya menjaga satu sama lain, apalagi menjaga kamu. iya kamu!!” (@saukur_motret)
“Kita bisa tau sifat asli temen-temen saat kita ramerame naik ke gunung. yang sabar akan terlihat, yang egois akan nampak, yang pelit akan kelihatan dan yang ikhlas berbagi akan terlihat nyata” (@fitwithceetah)
“Kamu adalah salah satu alasanku mengapa aku ada di dunia ini, iyaa kamu!!” (@niam_toogk)
“Gunung bukanlah pelarian, tapi entah mengapa, naik gununglah pnat dari segala rasa penat” kataku dalam hati”. (@ayan_azaaa23)
“Kemanapun jiwaku bertualang, kepadamu lah tempatku pulang. dan, sejauh apapun kaki ku melangkah, Pada akhirnya akan kembali pada tempat yang sama. ‘pelukanmu’ yang ku anggap sebagai rumah”. (@akhmadmukharror)
“Jika rindu tidak terlihat, maka titipkanlah kepada angin. jika rindu terlihat maka titipkanlah pada sang awan” (@andreilham.16)
“Jangan kau petik bunga edelweis, lalu kau berikan kepada orang yang kau sayang, tapi bawalah orang yang kamu sayang ke tempat bunga edelweis itu tumbuh”. (@irul_grandong99)
“Lelah?? Tentu saja.. karena yang kita tatap hanyalah sebuah harapan, yang tak akan pernah kita tahu akankah terhempas di setiap jalur yang kita pijak, atau hilang melebur di puncak perjalanan yang sesungguhnya”. (@haikalhan12)
“Kata mamaku kalau ndaki gunung jangan tinggalkan teman demi sebuah puncak, teman lebih berharga daripada puncak”. (@afandi4016)
“Jangan pernah meremehkan sebuah gunung. Nimati Keindahannya, atasi kesulitan yang ada🤍”. (@mayangdita_)
“Naik ragu, Tak naik rindu”😂 (@its.miptaaa)
“Mencintaimu sama halnya mencintai alam. Seperti halnya rindu yang sudah menjadi candu. Bukan tentang siapa yang paling kuat, namun tentang siapa yang mampu bertahan sampai akhir”. (@dindafitr.is_)
“Sekecil apapun langkahnya, semesta akan menghargai setiap upaya”. (@auliaanggia_)
“Perkataan memang lebih mudah dibandingkan dengan perjalanan sebuah pendakian. Jadi, bersaksilah terlebih dahulu sebelum mengatakan 5 menit lagi sampai puncak. haha canda puncak”. (@kurnyawan101887)
“Jagalah kebersihan gunung seperti engkau enjaga dirimu, awali peduli lingkungan tanpa harus menunggu berita (woro-woro resik gunung)”. (@ms.nyok)
“Di sudut tertinggi dalam pikiranku, aku yang mulai merasa jenuh dengan kehidupan saat ini, aku tertuju pada ciptaan Tuhan yang tinggi itu, ku susun rencana, ku siapkan diri dan bekal dan dengan tetesan keringat yang keluar aku berhasil duduk terdiam melihat indahnya gunung-gunung dengan harapan doa yang sudah aku ucapkan saat itu, terkabul saat aku turun dari indahnya ciptaan Tuhan itu, dan satu pesan untuk kita semua. GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH, mungkin kalian pikir tidak ada orang yang tahu apa yang kalian lakukan diatas, tapi gunung juga bisa lebih kejam!!”. (@whyu_gaggicx)
Shared With Love

Related posts

Leave a Comment