Pendakiawp

76 tahun sudah Indonesia merdeka. Berbagai macam perayaan dirayakan. Mulai dari lomba antar kampung, lomba berbagai macam bakat, hingga pembentangan bendera merah putih diberbagai tempat.Salah satunya moment ini. Pembentangan bendera merah putih raksasa di Gunung Panderman, Batu, Jawa Timur. Moment mengharukan itu dilaksanakan pada 16-17 Agustus 2021. Pembentangan bendera raksasa itu digerakkan oleh komunitas pecinta alam sekitar Batu dan penggelola Gunung Panderman, karena masih masa pandemi. Pembentangan bendera merah putih raksasa itu dilakukan oleh kurang lebih 30-40 orang. Meskipun dimasa pandemi, mereka tetap ikhtiar merayakan kemerdekaan se-sakral mungkin, pastinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan seperti itu, rasa cinta tanah air, menghargai perjuangan pahlawan akan semakin terpupuk dalam hati mereka.Pembentangan merah putih raksasa ini, juga tidak terlepas dari rasa gotong royong sebagai nilai luhur bangsa. Bagaimana tidak? Mereka saling membahu selama perjalanan membawa bendera raksasa ini, sebelum akhirnya dibentangkan di puncak Gunung Panderman.

Senada dengan pembentangan bendera merah putih raksasa di Panderman, para pendaki lokal di sekitar Puthuk Gragal juga melakukan upacara untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Dalam video yang diunggah oleh akun @pendakian.puthuk.gragal, tampak upacara berjalan khidmat.

Selain di puthuk gragal, upacara kemerdekaan serupa juga digalakkan oleh pecinta alam dan warga lokal sekitar Lesung, Arjuna.Upacara itu juga tak kalah khidmatnya. Terlihat dalam cuplikan video tersebut, tak hanya anak muda. Generasi tua pun juga antusias mengikutinya. Seperti hal nya di Panderman, di Puthuk Gragal juga Lesung dilaksanakan pada 16-17 Agustus 2021.

Selain di ketiga tempat tersebur, di Pacet, Mojokerto tepatnya di Bukit Krapyak juga dilaksanakan peringatan serupa. Yakni dengan upacara kemerdekaan dan pembentangan bendera merah putih raksasa, pastinya dengan peserta terbatas dan berasal dari daerah sekitar Bukit Krapyak.Di situasi pandemi ini, terpaksa kita tak bisa merayakan kemerdekaan di gunung atau diberbagai tempat lain semeriah tahun-tahun kemarin. Tetapi, sakralnya perayaan kemerdekaan tetap harus dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, agar rasa cinta pada negeri tetap terpatri. Selain itu, di situasi pandemi seperti ini, acara serupa dapat memberikan semangat untuk kita terus bertahan bersama melewati serangan virus ini dalam bingkai negara Indonesia.

Shared With Love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *